Showing posts with label bulan. Show all posts
Showing posts with label bulan. Show all posts

Saturday, December 24, 2016

10 Gangguan “Normal” pada Anak Usia 6 Bulan 5 Tahun

10 Gangguan “Normal” pada Anak Usia 6 Bulan 5 Tahun



Jangan 10 Gangguan “Normal” pada Anak Usia 6 Bulan-5 Tahun




Sebagian orangtua yang mempunyai balita mengalami berberapa gejala dan gangguan pada anaknya yang bermula justru sejak usia 6 bulan lebih sering terjadi. Namun dengan pertambahan usia gangguan tersebut akan membaik setelah usia 5 tahun secara bertahap. Gangguan “Normal” istilah tersebut diangkat karena selama ini berbagai gangguan tersebut selama ini dianggap normal oleh para orang tua dan sebagian dokter. Tetapi nyatanya tidak normal karena sebagian anak lainnya tidak mengalami. Gangguan tersebut berupa sulit makan, daya tahan tubuh menurun, gangguan tidur, anak tidak bisa diam, dan berbagai gangguan lainnya. Karena usia-usia tersebut meningkat sering dianggap biasa dan masa -masa anak memang seperti itu. Memang benar setelah usia 5-7 tahun membaik. Tetapi selama itu anak akan mengalami berbagai gangguan yang sangat mengganggu kadang cukup berbahaya.
Sering kita dengar dari orangtua kita secara turun temurun atau bahkan sebagian dokter juga secara turun temurun sampai saat ini banyak yang masih menganut bahwa semua gangguan tersebut adalah hal yang biasa dan normal. Ini dapat dilihat saat ketika anak sulit makan, tidak biasa diam, gangguan tidur malam. Seringkali orangtua atau sebagian dokter menganggap hal itu biasa dan merupakan masa-masa anak seperti itu. Memang benar sebgian anak sekitar 30% mengalami hal itu terjadi antara usia 6-5 tahun. tetapi sebagian besar anak lainnya tidak mengalami, sehingga hal tersebut seharusnya bukan diangap yang biasa dan normal. Tetapi memang bila ada yang mengatakan normal tidak salah karena biasanya yang terjadi adalah gangguan fungsional tubuh yang akan membaik dengan pertambahan usia. Seringkali hal yang ringan tersebut dianggap remeh dan biasa dan akan membaik sendiri padahal bila diketahui sebabnya dapat dilakukan intervensi dan dapat dicegah paling tidak dapat diminimalkan
Menurut berbagai penelitian dan pengalaman klinis yang diamati dari 546 penderita rawat jalan di Children Allergy Clinic Jakarta ternyata berbagai gangguan tersebut dapat diminimalkan atau dicegah sebelum usia 5-7 tahun. Berbagai gangguan tersebut ternyata sering dikaitkan dengan ketidakmatangan fungsi saluran cerna atau imaturitas saluran cerna. Gangguan fungsional ini seringkali terjadi pada penderita alergi dan hipersensitif makanan. Saat dilakukan intervensi eliminasi provokasi makanan ternyata berbagai gangguan tersebut dapat berkurang bahkan sebagian dapat membaik sangat drastis.
Berbagai gangguan tersebut mempuyai beberapa variasi. Pada kelompok tertentu gangguan tersebut terjadi usia sejak lahir hingga usia 5-77 tahun. Tetapi pada kelompok lainnya ada yang timbul justru setelah usia 5-7 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa allergy march atau perjalanan alamiah hipersensitif saluran cerna dan alergi berbeda dalam setpa kelompok dan setap usia.
10 Gangguan “Normal” Sejak Usia 6 Bulan Membaik Usia 5 Tahun
  1. Kesulitan Makan Kesulitan makan bukanlah diagnosis atau penyakit, tetapi merupakan gejala atau tanda adanya penyimpangan, kelainan dan penyakit yang sedang terjadi pada tubuh anak. Pengertian kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu. Gejala kesulitan makan pada anak (1). Kesulitan mengunyah, menghisap, menelan makanan atau hanya bisa makanan lunak atau cair, (2) Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak, (3).Makan berlama-lama dan memainkan makanan, (4) Sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut atau menutup mulut rapat, (5) Memuntahkan atau menumpahkan makanan, menepis suapan dari orangtua, (6). Tidak menyukai banyak variasi makanan dan (7), Kebiasaan makan yang aneh dan ganjil

  2. Gangguan Kenaikkan berat badan Gangguan pertumbuhan atau sering disebut gagal tumbuh atau Failure to thrive bukanlah suatu diagnosis, tetapi merupakan terminologi yang dipakai untuk menyatakan masalah khusus. Istilah gagal tumbuh dipakai untuk menggambarkan anak yang tak dapat tumbuh sesuai harapan. Kegagalan bertumbuh atau lebih khusus adalah kegagalan mendapatkan kenaikan berat badan meskipun pada kasus tertentu juga disertai terjadi gangguan pertumbuhan linear dan lingkar kepala dibandingkan anak lainnya yang seusia atau sama jenis kelaminnya. Secara umum, gagal tumbuh berarti anak yang dalam catatan kenaikkan berat badan dan tinggi badannya menurut tabel dibawah 3 - 5 persentil atau turun 2 tingkat pertumbuhan dalam persentil, misalnya pertumbuhan yang awalnya 75 persentile menjadi 25 persentile. Gangguan pertumbuhan pada umumnya sangat dipengaruhi oleh kualitas dan jumlah asupan kalori pada anak. Kualitas dan jumlah kalori tergantung beberapa hal diantaranya adalah masukan kalori yang tidak adekuat, absorpsi (penyerapan) tidak adekuat dan kebutuhan kalori yang meningkat

  3. Gangguan Tidur Banyak orang tua mengeluh bahwa anaknya seringkali sulit tidur malam atau gangguan tidur yang lain. Hal itu biasa terjadi sejak bayi hingga usia di atas 5 tahun. Hal itu sering dikeluhkan kepada dokter tetapi saat ini jarang sekali bisa dijelaskan dengan baik mengapa hal itu terjadi. Penyebab gangguan tidur sangat banyak dan bervariasi. Gangguan tidur sering dialami oleh sekitar 70% anak dengan keluhan sulit makan dan anak kurus. Ternyata sebagian besar penyebab gangguan tidur pada anak disebabkan karena gangguan fungsi saluran cerna dipicu pengaruh alergi dan hipersensitifitas makanan. Setelah dilakukan penghindaran makanan tertentu gangguan sulit makan dan gangguan tidur yang ada selama ini menjadi membaik. secara bersamaan. Penderita gangguan kenaikkan berat badan dan sulit makan sebagian besar mengalami alergi dan hipersensitf saluran cernaGangguan tidur biasanyan ditandai dengan tidur larut malam, bolak-balik ujung ke ujung, “nungging”, berbicara, tertawa,berteriak saat tidur, sering terbangun duduk saat tidur,mimpi buruk, “beradu gigi”(bruxism) Insomnia Alergi makanan adalah gangguan untuk memulai tidur dan mempertahankan kualitas tidur yang disebabkan akibat manifestasi atau respon karena alergi makanan. The International Classification of Sleep Disorders mencamtukan Food Allergy Insomnia dengan klasifikasi ICSD : 780.52-2, sedangkan ICD 10 menggolongkan dalam G47.0+T78.4 sebagai Disorders of Initiating and Maintaining Sleep (Insomnias), sedangkan DSM IV menggolongkan dalam kelompok 780.52 sebagai Sleep Disorder Due to a General Medical Condition: Insomnia Type

  4. Anak Tidak Bisa Diam atau overaktif Perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Ia akan bangkit dan berlari-lari, berjalan ke sana kemari, bahkan memanjat-manjat. Di samping itu, ia cenderung banyak bicara dan menimbulkan suara berisik. Anak tidak bisa diam, banyak bergerak, Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. ”Tomboy” anak perempuan main bola, memanjat dll. Sering merasa gelisah tampak pada tangan, kaki dan menggeliat dalam tempat duduk Sering meninggalkan tempat duduk dalam kelas atau situasi lain yang mengharuskan tetap duduk. Sering berlari dari sesuatu atau memanjat secara berlebihan dalam situasi yang tidak seharusnya (pada dewasa atau remaja biasanya terbatas dalam keadaan perasaan tertentu atau kelelahan ) Sering kesulitan bermain atau sulit mengisi waktu luangnya dengan tenang. isering berperilaku seperti mengendarai motor Sering berbicara berlebihan. Kerap berlompat-lompatan, lebih dari anak lain. Biasanya anak dengan gejala seperti itu juga mengalami gangguan konsentrasi, agresif dan gangguan emosi yang sangat labil dapat cepat tersulut marah dan emosinya

  5. Daya Tahan tubuh jelek atau mudah sakit. Penyebab utama mengapa anak sering mudah tertular sakit demam, batuk dan pilek berulang berkepanjangan adalah karena daya tahan tubuh tidak optimal dan kontak di lingkungannya ada yang sering sakit. Saat anak sering sakit orangtua seringkali menyalahkan karena tertular di sekolah. Memang mungkin benar tertular di sekolah tetapi yang utama adalah daya tahan tubuh yang lemah dari si anak. Karena di sekolah selamanya sangat mungkin tidak akan pernah bebas dari anak sakit. Selain itu tidak disadari kontak orang sakit yang menjadi penyebab utama justru lebih sering terjadi di rumah. Bisa ayah, ibu, kakak dan orang lain yang mudah sakit tetapi selama ini dianggap alergi, masuk angin, terlalu lelah atau panas dalam. Keluhan demam, batuk dan pilek yang berkepanjangan tersebut seringkali dianggap karena alergi, padahal yang lebih dominan adalah anak lebih mudah terkena infeksi virus saluran pernapasan. Memang benar anak mungkin mengalami alergi tetapi hal ini terjadi karena penderita alergi khususnya dengan gangguan saluran cerna dengan keluhan mudah mual dan muntah biasanya daya tahan tubuhnya rendah dan mudah sakit. Bukan hanya orangtua bahkan dokterpun kadang sulit membedakan antara infeksi dan alergi.

  6. Sulit BAB Sebagian anak sejak lahir hingga sekarang hingga usia 5-7 tahun , sering mengalami gangguan sulit buang air besar. Kadang BAB setiap 2-3 hari sekali bahkan pernah seminggu tidak buang air besar. Berbagai obat sudah diberikan mulai pencahar minum hingga lewat anus tidak banyak membantu. Adivis untuk makan buah, sayur, serat dan minum air putih banyak sudah dilakukan tetapi hasilnya nihil. Bahkan setelah usia 9 bulan anusnya tampak timbul tonjolan daging. Setelah itu berganti-ganti dokter, terdapat salah seorang dokter mengadviskan untuk dilakukan penanganan alergi dan hipersensitifitas makanan dengan menghindari sementara beberapa makanan yang diduga penyebab alergi makanan ternyata tidak dalam waktu lama keluhan gangguan buang air besarnya membaik

  7. Sesak atau mengi. Asma adalah kondisi berulang dimana rangsangan tertentu mencetuskan saluran pernafasan menyempit untuk sementara waktu sehingga membuat kesulitan bernafas. Asma merupakan suatu penyakit peradangan saluran napas yang sifatnya kronik (menahun). Meskipun asma dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama sekali pada anak mulai usia 5 tahun. Namun sebagian kasus justru timbul mengi sebelum usia 5 tahun. Pada kelompok ini justru setelah usia 5-7 tahun akan berkurang atau membaik meski sebagian kecil ada yang berkepanjangan. Penyakit asma ditandai dengan tiga hal, antara lain mengkerutnya saluran napas, pembengkakan, dan pengeluaran lendir yang berlebih pada saluran napas. Penyakit ini merupakan salah satu manifestasi alergi.

  8. Gangguan Kulit atau dermatitis Gangguan ini biasanya bermula sejak lahir akan bertambah membaik dengan pertambahan usia. Tetapi saat usia 6 bulan saat seharusnya membaik akan bertambah lagi keluhannya. Gejala dari dermatitis alergi ini adalah ruam kulit, gatal-gatal, bersisik dan kadang-kadang terbakar. Pada wajah dapat menyebabkan bengkak, merah, dan kulit melepuh. Dermatitis ini dapat berupa tanda-tanda kemerahan ringan sampai pecah-pecah ekstrim dan lecet. Dermatitis alergi dapat langsung terjadi jika terjadi kontak langsung dengan alergen atau berlangsung hingga 48 sampai 72 jam sebelum reaksi dapat terlihat pada kulit. Reaksi yang tertunda seperti inilah yang membuat lebih sulit untuk mendiagnosa alergen tertentu yang menyebabkan eksim.

  9. Napas grok-grok Gangguan ini biasanya bermula sejak lahir akan bertambah membaik dengan pertambahan usia. Tetapi saat usia 6 bulan saat seharusnya membaik akan bertambah lagi keluhannya. Beberapa orang tua sering mengeluhkan kepada dokter bahwa suara napas berbunyi atau sering disebut Hipersekresi bronkus yang dialami bayinya. Napas berbunyi grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lebih sering dan lebih lama dan bila batuk terdapat dahak berlebihan. Alergi termasuk gangguan yang menjadi permasalahan kesehatan penting pada usia anak. Gejala alergi yang menimbulkan hipersekrtesi bronkus atau suara grok-grok pada bayi sering dicetuskan dan disebabkan karena banyak faktor. Tetapi yang paling sering terjadi justru dipicu atau diperberat karena infeksi virus ringan yang tidak terdeteksi. Sedangkan faktor lainnya dengan manifestasi lebih ringan disebabkan karena diet ibu bila minum ASI dan makanan yang dikonsumsi termasuk susu sapi. Seringkali dokter atau orangtua sulit membedakan faktor mana yang menjadi penyebab, bahkan seringkali setiap kali timbul gejala alergi langsung divonis alergi susu sapi dan harus ganti susu khusus padahal belum tentu alergi susu sapi

  10. Anak Mudah Mual dan Muntah Gangguan ini biasanya bermula sejak lahir akan bertambah membaik dengan pertambahan usia. Tetapi saat usia 6 bulan saat seharusnya membaik akan bertambah lagi keluhannya.Muntah adalah suatu gejala bukan merupakan sebuah penyakit. Gejala ini berupa keluarnya isi lambung dan usus melalui mulut dengan paksa atau dengan kekuatan. Muntah merupakan reflek protektif tubuh karena dapat berfungsi melawan toksin yang tidak sengaja tertelan. Selain itu, muntah merupakan usaha mengeluarkan racun dari tubuh dan bisa mengurangi tekanan akibat adanya sumbatan atau pembesaran organ yang menyebabkan penekanan pada saluran pencernaan. Secara umum muntah terdiri atas tiga fase, yaitu nausea (mual), retching (maneuver awal untuk muntah) dan regurgitasi (pengeluaran isi lambung/usus ke mulut).
Akibat Imaturitas Saluran Cerna
Berbagai gangguan tersebut ternyata sering dikaitkan dengan ketidakmatangan fungsi saluran cerna atau imaturitas saluran cerna. Gangguan fungsional ini seringkali terjadi pada penderita alergi dan hipersensitif makanan. Mengapa setelah usia 5-7 thaun membaik karena saat itu ketidakmatangan saluran cerna tersebut akan membaik setelah usia 5-7 tahun. Berbagai penelitian menunjukkan keterkaitan berbagai gangguan tersebut dengan alergi atau imaturitas saluran cerna.
Mengapa gangguan tersebut lebih berat dan sering terjadi setelah usia 6 bulan karena mulai diberi makanan tambahan baru. Bila peenderita alergi atau hipersensitifitas makanan diberi berbagai makanan yang mengangguan saluran cerna akan menimbulkan berbagai dampak tersebut. Mengapa usia 5-76 tahun berangsur membaik ? Karena pada usia tersebut ketidakmatangan saluran cerna secara bertahap membaik.

Amati Tanda dan gejala gangguan saluran cerna karena alergi dan hipersensitif makanan (Gastrointestinal Hipersensitivity)

(Gejala Gangguan Fungsi saluran cerna yang ada selama ini sering dianggap normal)
  • Pada Bayi : GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS ATAU GER, Sering MUNTAH/gumoh, kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, sering rewel gelisah (kolik) terutama malam hari, BAB > 3 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Feses warna hijau,hitam dan berbau. Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis. Air liur berlebihan. Lidah/mulut sering timbul putih, bibir kering

  • Pada anak yang lebih besar :
  1. Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari.

  2. Sering Buang Air Besar (BAB) 3 kali/hari atau lebih, sulit BAB sering ngeden kesakitan saat BAB (obstipasi). Kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, warna hitam, hijau dan bau tajam. sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT, tidur malam nungging (biasanya karena perut tidak nyaman)

  3. Nyeri gigi, gigi berwarna kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih & berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan
Penanganan
  • Penanganan terbaik anak dengan berbagai gangguan fungsional tersebut adalah mencari trigger atau penyebab dan pemicunya. Pada penderita gangguan fengsi saluran cerna saluran cerna dengan melakukan intervensi reaksi simpang makanan adalah dengan menghindari makanan penyebabnya maka keluhan sulit makan dan berbagai keluhan gangguan perilaku juga berkurang. Untuk mengetahui jenis reaksi simpang makanan, harus dilakukan anamnesis riwayat keluhan yang cermat, pemeriksaan fisik dan eliminasi provokasi. Disamping itu dilakukan pemeriksaan laboratotium penunjang untuk membedakan apakah suatu alergi makanan, intoleransi makanan, penyakit celiac atau reaksi makanan lainnya.

  • Pemberian ensim, obat-obatan saluran cerna dan vitamin lainnya dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab reaksi simpang makanan tersebut. Mengenali secara cermat gejala reaksi simpang makanan dan mengidentifikasi secara tepat penyebabnya, maka gangguan pada saluran cerna, sistem susunan saraf pusat dan gangguan perilaku dapat dikurangi.

  • Penanganan anak sepuluh gangguan tersering apada anak tersebut yang sering disertai reaksi simpang makanan harus dilakukan secara holistik. Selain menghindari makanan penyebab maka diperlukan penanganan multidisiplin ilmu kesehatan anak. Bila perlu harus melibatkan bidang neurologi, psikiater, tumbuh kembang, endokrinologi, alergi, gastroenterologi dan bidang ilmu kesehatan anak lainnya

  • Di masa depan pendapat bahwa gangguan tersebut adalah hal biasa karena masa -masa usia anak sebaiknya mulai harus ditinggalkan karena bila dilakukan intervensi berbagai keluhan tersebut dapat diminimalkan.

  • Berbagai gangguan tersebut bila dianggap normal akan dibiarkan dan akan menimbulkan berbagai macam komplikasi dan akan memperparah Allergy march atau perjalanan alamioah penyakit alergi dikemudian hari. Awalnya usia 5-7 tahun hanya sensitif saluran cerna dan kulit tetapi usia setelah 5-7 tahun berubah menjadi asma, bronkitis, rinitis atau sinusitis. Gangguan anak tidak bisa diam akan menjadi masslah saat anak memasuki usia sekolah karena sering disertai gangguan konsentrasi.

Available link for download

Read more »

Wednesday, December 7, 2016

15 Aplikasi Android Terbaik Bulan April 2016

15 Aplikasi Android Terbaik Bulan April 2016

Siang Sobat pandawa lima

akhir-akhir ini pandawa lima blogs sedang mencoba bergelut pada bidang desain graphic, aplikasi yang digunakan, hmm... ada banyak sih pilihannya. namun kali ini, yang akan pandawa lima share adalah aplikasi lanjutan dar  Adobe Photoshop 7.0. yaitu Adobe Photoshop CS 3

nah berikut ini akan diterangkan mengenai spesifikasinya. jangan kaget dulu kalau ternyata aplikasi ini tidak membutuhkan ram yang terlalu banyak. :D


Spesifikasi Komputer yang di Butuhkan Untuk Adobe Photoshop CS 3:

Mac OS X 10.4.8,
512 MB RAM,
G4 processor,
2 GB available hard drive space,
1024 x 768 monitor resolution with 16-bit video and
64 MB of VRAM, DVD-ROM drive,
Supports Mac OS X, Windows XP.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


ya dengan ram yang hanya 512 MB, pandawa lima rasa tidak terlalu berat untuk digunakan,
nah, sekarang untuk menggunakannya, sobat pandawa lima dapat download aplikasinya di

     DOWNLOAD ADP CS 3 PLUS KEYGEN

dan untuk hanya keygennya bisa download di

    DOWNLOAD KEYGEN ADP CS 3

okay, selamat belajar desain :D

Available link for download

Read more »

Sunday, October 16, 2016

10 Fakta Menarik Ternyata Ada 400 Pohon Di Bumi Berasal Dari Bulan

10 Fakta Menarik Ternyata Ada 400 Pohon Di Bumi Berasal Dari Bulan

Bulan adalah "tetangga" terdekat Bumi di luar atmosfer. Benda luar angkasa ini banyak dikenal sebagai lampu penerang Bumi tatkala malam hari. Namun, sejatinya bulan tidak memancarkan cahaya sendiri dan cahaya bulan itu berasal dari pantulan cahaya matahari.



Berikut ini ada 10 fakta menarik dan mengejutkan dari bulan.

1. Bagaimana bulan terbentuk?
Menurut sebuah teori terkemuka, bulan tercipta ketika batu seukuran planet Mars menabrak bumi, tak lama setelah tata surya mulai terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

2. Bulan terkunci di orbit
Hal yang paling menarik adalah bumi dan bulan ternyata sama-sama berputar pada orbitnya, bagaimana itu bisa terjadi?

Dahulu kala, efek gravitasi Bumi yang melamban membuat rotasi bulan tetap pada porosnya. Setelah rotasi bulan melamban sesuai dengan orbitnya (waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi bumi) maka rotasi bulan menjadi stabil.

Bagaimana dengan fase regular bulan yang terlihat di Bumi? Bulan selalu mengorbiti Bumi. Satelit itu menghabiskan sebagian waktunya mengelilingi Bumi dan matahari. Saat berada jarak terjauh dari bumi, ini dinamakan bulan mati, dan ia hanya terlihat sisi gelapnya saja.

Sementara ketika Bumi berada hampir segaris di antara matahari dan bulan, maka seluruh permukaan bulan akan diterangi matahari. Ini dinamakan bulan purnama.

Sedangkan, posisi bulan berada di sisi samping Bumi dan matahari, maka hanya sepotong cahaya matahari akan menerangi bulan. Ini yang membentuk bulan sabit.


3. Ada pohon di bulan
Fakta ini mungkin membuat Anda tercengang. Ternyata, ada lebih dari 400 pohon di Bumi yang berasal dari bulan.

Pada tahun 1971, Apollo 14 mendarat di bulan dengan membawa tiga astronot, yaitu Stuart Roosa, Alan Shepard, dan Edgar Mitchell. Rossa pun mengambil sekelompok benih yang ada di bulan dan menanamnya di Bumi. Hasilnya, benih itu tumbuh di Bumi dan diberi nama Pohon Bulan.

4. Bumi adalah saudara dari bulan
Apakah bulan adalah satelit Bumi? Jawabannya, bisa jadi tidak. Pada tahun 1999, para peneliti menemukan asteroid yang memiliki lebar 5 kilometer. Asteroid itu terjebak dalam cengkeraman gravitasi Bumi. Ini malah lebih tepat disebut satelit Bumi.

Asteroid yang diberi nama Cruithne itu membutuhkan waktu 770 tahun untuk mengelilingi Bumi. Para peneliti mengatakan, bahwa Cruithne akan tetap mengelilingi Bumi setidaknya dalam waktu 5.000 tahun.


5. Banyak kawah di bulan
Para peneliti menemukan banyak kawah di bulan. Ini disebabkan oleh hantaman asteroid antara 4,1 miliar hingga 3,8 miliar tahun yang lalu. Bekasnya yang tampak seperti kawah belum terkikis sampai saat ini.

Ada dua alasan memperkuat dugaan di atas. Pertama, bulan secara geologis tidak aktif. Tidak ada gempa bumi, gunung berapi, dan gunung seperti halnya Bumi. Kedua, bulan tidak mempunyai atmosfer. Tidak ada hujan dan angin. Sehingga, erosi permukaan pun sangat sedikit terjadi. (sj)

6. Bulan berbentuk telur
Bentuk bulan tidak bulat seperti bola, tapi lebih menyerupai telur. Saat Anda mengelilingi bulan, ketika berada di permukaan yang kecil itu berarti Anda berada di ujung bulan. Selain itu, bulan juga tidak ada pusat geometris.

7. Di bulan ada gempa
Saat mengunjungi bulan, para astronot menggunakan seismometer untuk mengetahui apakah ada gempa di bulan. Ternyata, bulan tidak benar-benar mati secara geologis. Gempa kecil ternyata terjadi di bulan. Diduga gempa ini disebabkan oleh gravitasi Bumi.

Para peneliti memperkirakan bahwa bulan memiliki inti panas sama sepeti Bumi. Dari data pesawat luar angkasa NASA Lunar Prospector yang mendarat di bulan, menemukan bahwa inti bulan ternyata sangat kecil, besarnya antara 2-4 persen dari massa bulan.

8. Apakah bulan termasuk planet?
Ukuran bulan lebih besar dari Pluto, ukurannya kira-kira seperempat dari Bumi. Beberapa peneliti berpikir bahwa bulan lebih seperti sebuah planet, mengacu pada adanya kesamaan sistem orbit pada bulan dan Bumi. Bulan dan bumi sering disebut sebagai planet ganda.

9. Bulan membentuk air pasang di laut
Dalam sebulan, variasi harian dari rentang pasang laut berubah secara sistematis mengikuti siklus bulan. Gravitasi bulan telah menarik lautan di Bumi. Air pasang terjadi ketika Bumi berputar di bawah bulan.

Salah satunya adalah pasang laut purnama yang terjadi pada saat bulan baru dan bulan purnama. Situasi ini terjadi ketika Bumi, bulan dan Matahari berada dalam satu garis lurus. Pasang naik menyebabkan gelombang yang sangat tinggi dan pasang surut membuat gelombang menjadi sangat rendah.

Selain itu, tarik menarik gravitasi antara Bumi dan bulan memiliki efek yang menarik. Sebagian energi rotasi Bumi yang ditarik oleh bulan, menyebabkan melambatnya rotasi Bumi, sekitar 1,5 milidetik setiap abadnya.

10. Selamat jalan, Bulan
Ketika Anda membaca ini, bulan telah bergerak menjauh dari Bumi. Benar, setiap tahunnya, bulan mencuri sebagian energi rotasi bumi dan menggunakannya untuk mendorong sejauh 3,8 sentimeter lebih tinggi dari orbitnya.

Para peneliti mengatakan, ketika awal terbentuknya bulan, jaraknya dengan Bumi hanya sejauh 22.530 kilometer. Saat ini, jarak antara bulan dan Bumi sudah mencapai 450.000 kilometer. Jika gravitasi Bumi sudah tidak terlalu kuat, suatu hari nanti, bulan akan meninggalkan Bumi.

sumber : 10 Fakta Menarik Tentang Bulan (Ternyata ada 400 pohon di Bumi yang berasal dari bulan) | Ini Unic

Available link for download

Read more »