Showing posts with label anak. Show all posts
Showing posts with label anak. Show all posts

Monday, December 26, 2016

17 Anak Muda Indonesia Masuk dalam Majalah Forbes

17 Anak Muda Indonesia Masuk dalam Majalah Forbes

Sumber : Kompas
Kibo Gagdet – Seperti yang kita ketahui majalah Forbes adalah majalah ternama di dunia. Baru baru ini majalah Forbes melansir daftar "30 Under 30 Asia" dalam laman situsnya. Daftar tersebut berisikan nama-nama anak muda berusia bawah 30 tahun di wilayah Asia yang dianggap sebagai pemimpin menjanjikan, entrepreneur andal, dan game changer.

Total, Forbes membagi daftar tersebut menjadi 10 kategori. Tiap-tiap kategori terdapat 30 nama. Itu artinya, ada 300 nama yang mengisi daftar tersebut.

Kategori-kategori itu di antaranya adalah Consumer Tech, Healthcare & Science, dan Entreprise Tech. Sebagian besar dari nama tersebut, uniknya, berasal dari industri teknologi.

Menariknya, terdapat beberapa nama asal Indonesia dalam daftar yang dilansir oleh Forbes itu. 
Empat anak muda Indonesia terpilih yang berkecimpung di dunia teknologi, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Forbes, Kamis (25/2/2016), adalah Kevin Aluwi, pendiri sekaligus Chief Financial Officer dari Go-Jek; Benny Fajarai, Co-founder Qlapa; Arief Widhiyasa, Co-founder Agate Studio, dan Ferry Unardi, Cofounder & CEOTraveloka.

Tiga nama pertama masuk ke kategori "Consumer Tech" dan Ferry Unardi dari Traveloka masuk dalam kategori "Retail & Ecommerce".Nama-nama tersebut juga disejajarkan dengan pendiri produsen smartphone terkenal asal China, yakni Carl Pei dari OnePlus.

Selain itu, ada juga beberapa nama tokoh muda Indonesia yang masuk ke kategori kesehatan, seperti Leonika Sari Njoto Boedioetomo, CEO Reblood dan Mesty Ariotedjo, Cofounder WeCare.id.
Berikut nama-nama tokoh muda asal Indonesia yang masuk ke daftar "30 Under 30 Asia" buatan Forbes tersebut.

Entertainment & Sports

Joey Alexander Sila, 12 – Musisi

Arts

Peggy Hartanto, 27 - Desainer
Helga Angelina Tjahjadi, 25 - Cofounder Burgreens

Retail & Ecommerce

Carline Darjanto, 28 - Entrepreneur
Merrie Elizabeth, 28 - CEO & Creative Director BloBar Salon
Yasa Paramita Singgih, 20 - Founder & President, Mens Republic
Ferry Unardi, 28 - Cofounder & CEO Traveloka

Finance & Venture Capital

Moses Lo, 27 - Founder & CEO Xendit
Abraham Viktor, 23 - Cofounder & CEO Taralite

Entreprise Tech

Abraham Ranardo, 25 - Cofounder Mailbird

Consumer Tech

Kevin Aluwi, 29 - Cofounder & Chief Financial Officer Gojek
Benny Fajarai, 25 - Cofounder Qlapa dan Kreavi
Arief Widhiyasa, 28 - Cofounder Agate Studio

Social Entrepreneurs

Heni Sri Sundani Jaladara, 28 - Founder, Smart Farmer Kids In Action & AgroEdu Jampang Community
Muhammad Alfatih Timur, 24 - Cofounder & CEO KitaBisa

Healthcare & Science

Mesty Ariotedjo, 26 - Cofounder, WeCare.id
Leonika Sari Njoto Boedioetomo, 22 - Founder & CEO Reblood

Sumber : Forbes


Demikian saja ulasan kami sobat kibo tentang artikel 17 Anak Muda Indonesia Masuk dalam Majalah "Forbes". Oke demikian saja dari kami, semoga artikel dan aplikasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua, dan mohon maaf jika terdapat salah kata, dan Terimakasih atas kunjungan kalian pada blog kami ini.

Oke sobat kibo, jika kalian senang dengan artikel yang kami posting ini, kalian bisa Share dengan cara klik simbol di bawah ini, sesuai dengan keinginan kalian, bisa kalian bagikan pada beberapa Media sosial yang ada.

Available link for download

Read more »

Sunday, December 25, 2016

10 Fakta tentang Anak Kos

10 Fakta tentang Anak Kos



Hai,  Bagi temen-temen yang sekarang anak kos mungkin pernah atau sering mengalami hal ini.



1. Awal bulan jalan-jaln  ke mall, nonton di bioskop, akhir bulan makan di warteg.


2. Tidur diatas jam 12 malam.


3. Sensitif pada kata-kata "Traktiran, makan-makan, GRATIS"


4. Mie Instan adalah teman setia.


5. Buah adalah sesuatu yg jarang dimakan.


6. Kalo ada yang mandinya lama pasti muncul pikiran-pikiran negatif.


7. Kalo mau ketemu orang lain itu yang penting wangi, mandi adalah nomor dua.


8. Mulai jarang beli Aqua galon, lebih baik diisi ulang air biasa, MURAH.


9. Rasa itu nomor dua, yang pertama adalah kenyang.


10. Musim hujan = boros duit. (habis buat loundry baju)

Available link for download

Read more »

Saturday, December 24, 2016

10 Gangguan “Normal” pada Anak Usia 6 Bulan 5 Tahun

10 Gangguan “Normal” pada Anak Usia 6 Bulan 5 Tahun



Jangan 10 Gangguan “Normal” pada Anak Usia 6 Bulan-5 Tahun




Sebagian orangtua yang mempunyai balita mengalami berberapa gejala dan gangguan pada anaknya yang bermula justru sejak usia 6 bulan lebih sering terjadi. Namun dengan pertambahan usia gangguan tersebut akan membaik setelah usia 5 tahun secara bertahap. Gangguan “Normal” istilah tersebut diangkat karena selama ini berbagai gangguan tersebut selama ini dianggap normal oleh para orang tua dan sebagian dokter. Tetapi nyatanya tidak normal karena sebagian anak lainnya tidak mengalami. Gangguan tersebut berupa sulit makan, daya tahan tubuh menurun, gangguan tidur, anak tidak bisa diam, dan berbagai gangguan lainnya. Karena usia-usia tersebut meningkat sering dianggap biasa dan masa -masa anak memang seperti itu. Memang benar setelah usia 5-7 tahun membaik. Tetapi selama itu anak akan mengalami berbagai gangguan yang sangat mengganggu kadang cukup berbahaya.
Sering kita dengar dari orangtua kita secara turun temurun atau bahkan sebagian dokter juga secara turun temurun sampai saat ini banyak yang masih menganut bahwa semua gangguan tersebut adalah hal yang biasa dan normal. Ini dapat dilihat saat ketika anak sulit makan, tidak biasa diam, gangguan tidur malam. Seringkali orangtua atau sebagian dokter menganggap hal itu biasa dan merupakan masa-masa anak seperti itu. Memang benar sebgian anak sekitar 30% mengalami hal itu terjadi antara usia 6-5 tahun. tetapi sebagian besar anak lainnya tidak mengalami, sehingga hal tersebut seharusnya bukan diangap yang biasa dan normal. Tetapi memang bila ada yang mengatakan normal tidak salah karena biasanya yang terjadi adalah gangguan fungsional tubuh yang akan membaik dengan pertambahan usia. Seringkali hal yang ringan tersebut dianggap remeh dan biasa dan akan membaik sendiri padahal bila diketahui sebabnya dapat dilakukan intervensi dan dapat dicegah paling tidak dapat diminimalkan
Menurut berbagai penelitian dan pengalaman klinis yang diamati dari 546 penderita rawat jalan di Children Allergy Clinic Jakarta ternyata berbagai gangguan tersebut dapat diminimalkan atau dicegah sebelum usia 5-7 tahun. Berbagai gangguan tersebut ternyata sering dikaitkan dengan ketidakmatangan fungsi saluran cerna atau imaturitas saluran cerna. Gangguan fungsional ini seringkali terjadi pada penderita alergi dan hipersensitif makanan. Saat dilakukan intervensi eliminasi provokasi makanan ternyata berbagai gangguan tersebut dapat berkurang bahkan sebagian dapat membaik sangat drastis.
Berbagai gangguan tersebut mempuyai beberapa variasi. Pada kelompok tertentu gangguan tersebut terjadi usia sejak lahir hingga usia 5-77 tahun. Tetapi pada kelompok lainnya ada yang timbul justru setelah usia 5-7 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa allergy march atau perjalanan alamiah hipersensitif saluran cerna dan alergi berbeda dalam setpa kelompok dan setap usia.
10 Gangguan “Normal” Sejak Usia 6 Bulan Membaik Usia 5 Tahun
  1. Kesulitan Makan Kesulitan makan bukanlah diagnosis atau penyakit, tetapi merupakan gejala atau tanda adanya penyimpangan, kelainan dan penyakit yang sedang terjadi pada tubuh anak. Pengertian kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu. Gejala kesulitan makan pada anak (1). Kesulitan mengunyah, menghisap, menelan makanan atau hanya bisa makanan lunak atau cair, (2) Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak, (3).Makan berlama-lama dan memainkan makanan, (4) Sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut atau menutup mulut rapat, (5) Memuntahkan atau menumpahkan makanan, menepis suapan dari orangtua, (6). Tidak menyukai banyak variasi makanan dan (7), Kebiasaan makan yang aneh dan ganjil

  2. Gangguan Kenaikkan berat badan Gangguan pertumbuhan atau sering disebut gagal tumbuh atau Failure to thrive bukanlah suatu diagnosis, tetapi merupakan terminologi yang dipakai untuk menyatakan masalah khusus. Istilah gagal tumbuh dipakai untuk menggambarkan anak yang tak dapat tumbuh sesuai harapan. Kegagalan bertumbuh atau lebih khusus adalah kegagalan mendapatkan kenaikan berat badan meskipun pada kasus tertentu juga disertai terjadi gangguan pertumbuhan linear dan lingkar kepala dibandingkan anak lainnya yang seusia atau sama jenis kelaminnya. Secara umum, gagal tumbuh berarti anak yang dalam catatan kenaikkan berat badan dan tinggi badannya menurut tabel dibawah 3 - 5 persentil atau turun 2 tingkat pertumbuhan dalam persentil, misalnya pertumbuhan yang awalnya 75 persentile menjadi 25 persentile. Gangguan pertumbuhan pada umumnya sangat dipengaruhi oleh kualitas dan jumlah asupan kalori pada anak. Kualitas dan jumlah kalori tergantung beberapa hal diantaranya adalah masukan kalori yang tidak adekuat, absorpsi (penyerapan) tidak adekuat dan kebutuhan kalori yang meningkat

  3. Gangguan Tidur Banyak orang tua mengeluh bahwa anaknya seringkali sulit tidur malam atau gangguan tidur yang lain. Hal itu biasa terjadi sejak bayi hingga usia di atas 5 tahun. Hal itu sering dikeluhkan kepada dokter tetapi saat ini jarang sekali bisa dijelaskan dengan baik mengapa hal itu terjadi. Penyebab gangguan tidur sangat banyak dan bervariasi. Gangguan tidur sering dialami oleh sekitar 70% anak dengan keluhan sulit makan dan anak kurus. Ternyata sebagian besar penyebab gangguan tidur pada anak disebabkan karena gangguan fungsi saluran cerna dipicu pengaruh alergi dan hipersensitifitas makanan. Setelah dilakukan penghindaran makanan tertentu gangguan sulit makan dan gangguan tidur yang ada selama ini menjadi membaik. secara bersamaan. Penderita gangguan kenaikkan berat badan dan sulit makan sebagian besar mengalami alergi dan hipersensitf saluran cernaGangguan tidur biasanyan ditandai dengan tidur larut malam, bolak-balik ujung ke ujung, “nungging”, berbicara, tertawa,berteriak saat tidur, sering terbangun duduk saat tidur,mimpi buruk, “beradu gigi”(bruxism) Insomnia Alergi makanan adalah gangguan untuk memulai tidur dan mempertahankan kualitas tidur yang disebabkan akibat manifestasi atau respon karena alergi makanan. The International Classification of Sleep Disorders mencamtukan Food Allergy Insomnia dengan klasifikasi ICSD : 780.52-2, sedangkan ICD 10 menggolongkan dalam G47.0+T78.4 sebagai Disorders of Initiating and Maintaining Sleep (Insomnias), sedangkan DSM IV menggolongkan dalam kelompok 780.52 sebagai Sleep Disorder Due to a General Medical Condition: Insomnia Type

  4. Anak Tidak Bisa Diam atau overaktif Perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Ia akan bangkit dan berlari-lari, berjalan ke sana kemari, bahkan memanjat-manjat. Di samping itu, ia cenderung banyak bicara dan menimbulkan suara berisik. Anak tidak bisa diam, banyak bergerak, Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. ”Tomboy” anak perempuan main bola, memanjat dll. Sering merasa gelisah tampak pada tangan, kaki dan menggeliat dalam tempat duduk Sering meninggalkan tempat duduk dalam kelas atau situasi lain yang mengharuskan tetap duduk. Sering berlari dari sesuatu atau memanjat secara berlebihan dalam situasi yang tidak seharusnya (pada dewasa atau remaja biasanya terbatas dalam keadaan perasaan tertentu atau kelelahan ) Sering kesulitan bermain atau sulit mengisi waktu luangnya dengan tenang. isering berperilaku seperti mengendarai motor Sering berbicara berlebihan. Kerap berlompat-lompatan, lebih dari anak lain. Biasanya anak dengan gejala seperti itu juga mengalami gangguan konsentrasi, agresif dan gangguan emosi yang sangat labil dapat cepat tersulut marah dan emosinya

  5. Daya Tahan tubuh jelek atau mudah sakit. Penyebab utama mengapa anak sering mudah tertular sakit demam, batuk dan pilek berulang berkepanjangan adalah karena daya tahan tubuh tidak optimal dan kontak di lingkungannya ada yang sering sakit. Saat anak sering sakit orangtua seringkali menyalahkan karena tertular di sekolah. Memang mungkin benar tertular di sekolah tetapi yang utama adalah daya tahan tubuh yang lemah dari si anak. Karena di sekolah selamanya sangat mungkin tidak akan pernah bebas dari anak sakit. Selain itu tidak disadari kontak orang sakit yang menjadi penyebab utama justru lebih sering terjadi di rumah. Bisa ayah, ibu, kakak dan orang lain yang mudah sakit tetapi selama ini dianggap alergi, masuk angin, terlalu lelah atau panas dalam. Keluhan demam, batuk dan pilek yang berkepanjangan tersebut seringkali dianggap karena alergi, padahal yang lebih dominan adalah anak lebih mudah terkena infeksi virus saluran pernapasan. Memang benar anak mungkin mengalami alergi tetapi hal ini terjadi karena penderita alergi khususnya dengan gangguan saluran cerna dengan keluhan mudah mual dan muntah biasanya daya tahan tubuhnya rendah dan mudah sakit. Bukan hanya orangtua bahkan dokterpun kadang sulit membedakan antara infeksi dan alergi.

  6. Sulit BAB Sebagian anak sejak lahir hingga sekarang hingga usia 5-7 tahun , sering mengalami gangguan sulit buang air besar. Kadang BAB setiap 2-3 hari sekali bahkan pernah seminggu tidak buang air besar. Berbagai obat sudah diberikan mulai pencahar minum hingga lewat anus tidak banyak membantu. Adivis untuk makan buah, sayur, serat dan minum air putih banyak sudah dilakukan tetapi hasilnya nihil. Bahkan setelah usia 9 bulan anusnya tampak timbul tonjolan daging. Setelah itu berganti-ganti dokter, terdapat salah seorang dokter mengadviskan untuk dilakukan penanganan alergi dan hipersensitifitas makanan dengan menghindari sementara beberapa makanan yang diduga penyebab alergi makanan ternyata tidak dalam waktu lama keluhan gangguan buang air besarnya membaik

  7. Sesak atau mengi. Asma adalah kondisi berulang dimana rangsangan tertentu mencetuskan saluran pernafasan menyempit untuk sementara waktu sehingga membuat kesulitan bernafas. Asma merupakan suatu penyakit peradangan saluran napas yang sifatnya kronik (menahun). Meskipun asma dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama sekali pada anak mulai usia 5 tahun. Namun sebagian kasus justru timbul mengi sebelum usia 5 tahun. Pada kelompok ini justru setelah usia 5-7 tahun akan berkurang atau membaik meski sebagian kecil ada yang berkepanjangan. Penyakit asma ditandai dengan tiga hal, antara lain mengkerutnya saluran napas, pembengkakan, dan pengeluaran lendir yang berlebih pada saluran napas. Penyakit ini merupakan salah satu manifestasi alergi.

  8. Gangguan Kulit atau dermatitis Gangguan ini biasanya bermula sejak lahir akan bertambah membaik dengan pertambahan usia. Tetapi saat usia 6 bulan saat seharusnya membaik akan bertambah lagi keluhannya. Gejala dari dermatitis alergi ini adalah ruam kulit, gatal-gatal, bersisik dan kadang-kadang terbakar. Pada wajah dapat menyebabkan bengkak, merah, dan kulit melepuh. Dermatitis ini dapat berupa tanda-tanda kemerahan ringan sampai pecah-pecah ekstrim dan lecet. Dermatitis alergi dapat langsung terjadi jika terjadi kontak langsung dengan alergen atau berlangsung hingga 48 sampai 72 jam sebelum reaksi dapat terlihat pada kulit. Reaksi yang tertunda seperti inilah yang membuat lebih sulit untuk mendiagnosa alergen tertentu yang menyebabkan eksim.

  9. Napas grok-grok Gangguan ini biasanya bermula sejak lahir akan bertambah membaik dengan pertambahan usia. Tetapi saat usia 6 bulan saat seharusnya membaik akan bertambah lagi keluhannya. Beberapa orang tua sering mengeluhkan kepada dokter bahwa suara napas berbunyi atau sering disebut Hipersekresi bronkus yang dialami bayinya. Napas berbunyi grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lebih sering dan lebih lama dan bila batuk terdapat dahak berlebihan. Alergi termasuk gangguan yang menjadi permasalahan kesehatan penting pada usia anak. Gejala alergi yang menimbulkan hipersekrtesi bronkus atau suara grok-grok pada bayi sering dicetuskan dan disebabkan karena banyak faktor. Tetapi yang paling sering terjadi justru dipicu atau diperberat karena infeksi virus ringan yang tidak terdeteksi. Sedangkan faktor lainnya dengan manifestasi lebih ringan disebabkan karena diet ibu bila minum ASI dan makanan yang dikonsumsi termasuk susu sapi. Seringkali dokter atau orangtua sulit membedakan faktor mana yang menjadi penyebab, bahkan seringkali setiap kali timbul gejala alergi langsung divonis alergi susu sapi dan harus ganti susu khusus padahal belum tentu alergi susu sapi

  10. Anak Mudah Mual dan Muntah Gangguan ini biasanya bermula sejak lahir akan bertambah membaik dengan pertambahan usia. Tetapi saat usia 6 bulan saat seharusnya membaik akan bertambah lagi keluhannya.Muntah adalah suatu gejala bukan merupakan sebuah penyakit. Gejala ini berupa keluarnya isi lambung dan usus melalui mulut dengan paksa atau dengan kekuatan. Muntah merupakan reflek protektif tubuh karena dapat berfungsi melawan toksin yang tidak sengaja tertelan. Selain itu, muntah merupakan usaha mengeluarkan racun dari tubuh dan bisa mengurangi tekanan akibat adanya sumbatan atau pembesaran organ yang menyebabkan penekanan pada saluran pencernaan. Secara umum muntah terdiri atas tiga fase, yaitu nausea (mual), retching (maneuver awal untuk muntah) dan regurgitasi (pengeluaran isi lambung/usus ke mulut).
Akibat Imaturitas Saluran Cerna
Berbagai gangguan tersebut ternyata sering dikaitkan dengan ketidakmatangan fungsi saluran cerna atau imaturitas saluran cerna. Gangguan fungsional ini seringkali terjadi pada penderita alergi dan hipersensitif makanan. Mengapa setelah usia 5-7 thaun membaik karena saat itu ketidakmatangan saluran cerna tersebut akan membaik setelah usia 5-7 tahun. Berbagai penelitian menunjukkan keterkaitan berbagai gangguan tersebut dengan alergi atau imaturitas saluran cerna.
Mengapa gangguan tersebut lebih berat dan sering terjadi setelah usia 6 bulan karena mulai diberi makanan tambahan baru. Bila peenderita alergi atau hipersensitifitas makanan diberi berbagai makanan yang mengangguan saluran cerna akan menimbulkan berbagai dampak tersebut. Mengapa usia 5-76 tahun berangsur membaik ? Karena pada usia tersebut ketidakmatangan saluran cerna secara bertahap membaik.

Amati Tanda dan gejala gangguan saluran cerna karena alergi dan hipersensitif makanan (Gastrointestinal Hipersensitivity)

(Gejala Gangguan Fungsi saluran cerna yang ada selama ini sering dianggap normal)
  • Pada Bayi : GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS ATAU GER, Sering MUNTAH/gumoh, kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, sering rewel gelisah (kolik) terutama malam hari, BAB > 3 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Feses warna hijau,hitam dan berbau. Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis. Air liur berlebihan. Lidah/mulut sering timbul putih, bibir kering

  • Pada anak yang lebih besar :
  1. Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari.

  2. Sering Buang Air Besar (BAB) 3 kali/hari atau lebih, sulit BAB sering ngeden kesakitan saat BAB (obstipasi). Kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, warna hitam, hijau dan bau tajam. sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT, tidur malam nungging (biasanya karena perut tidak nyaman)

  3. Nyeri gigi, gigi berwarna kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih & berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan
Penanganan
  • Penanganan terbaik anak dengan berbagai gangguan fungsional tersebut adalah mencari trigger atau penyebab dan pemicunya. Pada penderita gangguan fengsi saluran cerna saluran cerna dengan melakukan intervensi reaksi simpang makanan adalah dengan menghindari makanan penyebabnya maka keluhan sulit makan dan berbagai keluhan gangguan perilaku juga berkurang. Untuk mengetahui jenis reaksi simpang makanan, harus dilakukan anamnesis riwayat keluhan yang cermat, pemeriksaan fisik dan eliminasi provokasi. Disamping itu dilakukan pemeriksaan laboratotium penunjang untuk membedakan apakah suatu alergi makanan, intoleransi makanan, penyakit celiac atau reaksi makanan lainnya.

  • Pemberian ensim, obat-obatan saluran cerna dan vitamin lainnya dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab reaksi simpang makanan tersebut. Mengenali secara cermat gejala reaksi simpang makanan dan mengidentifikasi secara tepat penyebabnya, maka gangguan pada saluran cerna, sistem susunan saraf pusat dan gangguan perilaku dapat dikurangi.

  • Penanganan anak sepuluh gangguan tersering apada anak tersebut yang sering disertai reaksi simpang makanan harus dilakukan secara holistik. Selain menghindari makanan penyebab maka diperlukan penanganan multidisiplin ilmu kesehatan anak. Bila perlu harus melibatkan bidang neurologi, psikiater, tumbuh kembang, endokrinologi, alergi, gastroenterologi dan bidang ilmu kesehatan anak lainnya

  • Di masa depan pendapat bahwa gangguan tersebut adalah hal biasa karena masa -masa usia anak sebaiknya mulai harus ditinggalkan karena bila dilakukan intervensi berbagai keluhan tersebut dapat diminimalkan.

  • Berbagai gangguan tersebut bila dianggap normal akan dibiarkan dan akan menimbulkan berbagai macam komplikasi dan akan memperparah Allergy march atau perjalanan alamioah penyakit alergi dikemudian hari. Awalnya usia 5-7 tahun hanya sensitif saluran cerna dan kulit tetapi usia setelah 5-7 tahun berubah menjadi asma, bronkitis, rinitis atau sinusitis. Gangguan anak tidak bisa diam akan menjadi masslah saat anak memasuki usia sekolah karena sering disertai gangguan konsentrasi.

Available link for download

Read more »

Friday, December 16, 2016

10 Ciri Anak Indigo

10 Ciri Anak Indigo

Dikemukakan oleh Lee Carol & Jan Tober dalam bukunya "The Indigo
Children " dan Nancy Ann Tape yang pertama kali menyebut istilah Indigo
Child dalam bukunya " Understanding Your Life Through Color "
(Sumber :Ayahbunda No.09 Edisi 3-16 Mei 2003)
1.Memiliki kesulitan dalam menghadapi otoritas mutlak
2.Tidak mau mengikuti kegiatan tertentu Ex:menunggu giliran yang menurutnya
tidak masuk akal.
3.Seringkali menemukan cara yang lebih baik untuk mengerjakan sesuatu
4.Tampak seperti pribadi yang asosial (kecuali dalam kalangan sendiri)
5.Mudah frustasi menghadapi sistem yang berorientasi pada ritual serta
kegiatan yang tidak menuntut kreatifitas
6.Tidak dapat dididik dengan disiplin kaku
7.Tidak malu membiarkan orang lain mengetahui apa yang mereka butuhkan
8.Penghargaan u/diri sendiri bukan hal utama yang mereka cari
9.Perilakunya sering menunjukan bahwa diri mereka sudah ditakdirkan hadir
didunia
10.Mereka biasanya muncul sebagai sosok yang memiliki keagungan kewibawaan

Berbeda, tetapi Bukan Anak "Aneh"
SEPANJANG perjalanan menuju rumah nenek, Ardi, sebut saja begitu, seperti
tidak bergerak. Wajahnya pucat pasi. Ia terus menutupi telinganya. Sang ibu
tak berani mengusik anak sulungnya. "Saya sebenarnya heran, kok Ardi
nangisnya sampai begitu waktu mendengar kabar ibu saya meninggal. Enggak
seperti anak kecil lain yang kehilangan neneknya. Sedih ya sedih, tapi
enggak gitu-gitu amat," ujar Dewi.

BEGITU turun dari mobil, Ardi seperti terkesima melihat sesuatu di pintu
masuk. Ketika mencium jenazah neneknya, tiba-tiba ia kembali menutupi
telinganya dan tampak ketakutan. Pandangannya terus menuju ke luar pintu.
Setelah itu Ardi mengatakan kepalanya sakit, dan tidak ikut ke makam.

Menjelang tengah malam, Ardi menanyakan apakah ibunya mendengar suara petir
siang tadi. Sang ibu menjawab, "Tidak." "Masak Mama enggak dengar, kan keras
sekali dan terus- terusan, Ma," kata Dewi menirukan ucapan Ardi saat itu.
"Sehabis itu Ardi menceritakan semuanya," lanjut Dewi. Selain petir, Ardi
melihat burung besar di pintu rumah sang nenek. "Burung itu enggak
pergi-pergi," ujar Ardi seperti ditirukan Dewi.

Saat mencium neneknya, Ardi melihat sang nenek berjalan menuju sebuah
gerbang. Saat itu Ardi mendengar suara petir lagi, yang lebih keras dari
sebelumnya, dan ia menyaksikan neneknya melangkah melewati gerbang, terus
berjalan menuju tempat yang ia katakan "indah sekali".

Peristiwa itu bukan yang pertama, sehingga Dewi dan suaminya tidak lagi
terkejut mendengar penuturan anak mereka. "Dia sering melihat macam- macam,
tetapi biasanya diam. Ia hanya mau berbicara sesudahnya, pelan-pelan dan
hanya kepada orang tertentu," sambung Dewi.

Usia Ardi kini menjelang 10 tahun. Di sekolah ia termasuk cerdas. IQ-nya
antara 125-130. "Tapi gurunya bilang ia suka bengong di kelas," sambung
Dewi. Kepada ibunya, ia bercerita melihat macam-macam di sekolah, yang tidak
bisa dilihat orang lain, di antaranya anak tanpa anggota badan, dan ia
merasa sangat kasihan.

Suatu hari saat belajar di rumah ia tersenyum. Ketika ditanya oleh sang ibu,
ia mengatakan ada anak persis sekali dengan dirinya. Hari berikutnya ia
bercerita, anak itu datang di sekolahnya. Ketika ditanya di mana ia tinggal,
anak itu menjawab, "Di sana," sambil telunjuknya menunjuk ke arah atas. "Ada
apa di sana?" tanya Ardi. Anak itu menjawab, "Ada orang gede- gede buanget.
Anak itu omongnya juga medhok lho Ma, kayak aku, persis," tutur Ardi seperti
diceritakan kembali oleh Dewi. Tentu tak ada orang lain melihat "anak itu"
kecuali Ardi.

Dewi dan suaminya memahami apa yang terjadi pada Ardi dan juga adiknya.
Beberapa anggota keluarganya juga memiliki kepekaan lebih dibandingkan
dengan orang kebanyakan. Pada Ardi hal itu sudah terdeteksi saat masih bayi.
"Kalau dengar suara azan, Ardi tampak mendengarkan dengan penuh
konsentrasi," kenang Dewi. Menjelang usia 1,5 tahun, Ardi membaca kalimat
syahadat secara sambung-menyambung seperti wirid. Sesudah bisa jalan,
sebelum usia dua tahun, ia mulai mengambil sajadah sendiri, memakai sarung
sendiri dan membuat gerakan seperti orang shalat, meskipun bukan waktu
shalat.

Toh tingkah laku Ardi membuat Dewi merasa agak risau. "Ia melihat dan
mendengar apa saja yang orang lain enggak bisa lihat dan enggak bisa
dengar," katanya. Ia tidak menceritakan situasi anaknya itu pada setiap
orang di luar keluarga. "Kalau enggak percaya bisa-bisa anak itu dianggap
berkhayal," lanjutnya.

Dewi tidak mengecap anaknya berkhayal, karena dalam beberapa hal ia juga
memiliki kepekaan itu, meski hanya sampai tingkat tertentu. "Suatu sore,
sehabis shalat, saya merasa ada bayangan putih. Ardi rupanya juga melihat
karena ia tersenyum. Dia bilang, Ma, ada yang ngikutin, perempuan. Tapi
orangnya baik sekali. Ketika saya tanya siapa, Ardi tidak menjawab."

Suatu hari, Dewi membaca majalah yang menulis tentang tanda-tanda anak
indigo. "Lha saya pikir kok persis sekali sama anak saya. Lalu saya berusaha
menemui dr Erwin di Klinik Prorevital."

ANAK-ANAK dengan kemampuan seperti Ardi bukan hal yang baru di dunia, tetapi
fenomenanya semakin jelas 20 tahun terakhir ini. Beberapa film mengisahkan
kemampuan anak dan manusia dewasa dengan kemampuan semacam itu, di antaranya
The Sixth Sense, dan film-film seri seperti The X Files.

Menurut dr Tubagus Erwin Kusuma SpKj, psikiater yang menaruh perhatian pada
masalah spiritualitas, anak-anak seperti itu semakin muncul di mana-mana di
dunia, melewati batas budaya, agama, suku, etnis, kelompok, dan batas apa
pun yang dibuat manusia untuk alasan-alasan tertentu.

Fenomena itu menarik perhatian banyak pihak, karena dalam paradigma
psikologi manusia, anak-anak itu dianggap "aneh". Pandangan ini muncul
karena selama ini kemanusiaan telanjur dianggap sebagai hal yang statis, tak
pernah berubah. "Padahal, semua ciptaan Tuhan selalu berubah," ujar dr
Erwin.

Sebagai hukum, masyarakat cenderung memahami evolusi tapi hanya untuk yang
berkaitan dengan masa lalu. "Fenomena munculnya anak-anak dengan kemampuan
seperti itu merupakan bagian dari evolusi kesadaran baru manusia, yang
secara perlahan muncul di bumi, terutama sejak awal milenium spiritual
sekitar tahun 2000 yang disebut Masa Baru, The New Age, atau The Aquarian
Age. Semua ini merupakan wujud kebesaran Allah," tegas Erwin.

Fisik anak-anak indigo sama dengan anak-anak lainnya, tetapi batinnya tua
(old soul) sehingga tak jarang memperlihatkan sifat orang yang sudah dewasa
atau tua. Sering kali ia tak mau diperlakukan seperti anak kecil dan tak mau
mengikuti tata cara maupun prosedur yang ada. Kebanyakan anak indigo juga
memiliki indra keenam yang lebih kuat dibanding orang biasa. Kecerdasannya
di atas rata-rata.

Istilah "indigo" berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini
merupakan kombinasi biru dan ungu, diidentifikasi melalui cakra tubuh yang
memiliki spektrum warna pelangi, dari merah sampai ungu. Istilah "anak
indigo" atau indigo children juga merupakan istilah baru yang ditemukan
konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe.

Pada pertengahan tahun 1970-an Nancy meneliti warna aura manusia dan
memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku
Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk
mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura mendapat
dukungan psikiater Dr McGreggor di San Diego University.

Dalam klasifikasi yang baru itu Nancy membahas warna nila yang muncul kuat
pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah tahun 1980. Warna
itu menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan
vertikal cakra, dalam bahasa Sansekerta disebut cakra ajna, yang terletak di
dahi, di antara dua alis mata.

"Itulah mata ketiga," ujar dr Erwin. The third eye itu, menurut dia,
berkaitan dengan hormon hipofisis (pituary body) dan hormon epificis (pineal
body) di otak. Dalam peta klasifikasi yang dibuat Nancy, manusia dengan aura
dominan nila dikategorikan sebagai manusia dengan intuisi dan imajinasi
sangat kuat.

"Letak indigo ada di sini," jelas Tommy Suhalim sambil menjalankan perangkat
teknologi pembaca aura, aura video station (AVS). Alat yang protipenya
dibuat oleh Johannes R Fisslinger dari Jerman tahun 1997 ini lebih canggih
dibandingkan perangkat teknologi serupa yang ditemukan Seymon Kirlian tahun
1939, dan Aura Camera 6000 yang dibuat Guy Coggins tahun 1992 berdasarkan
Kirlian Photography.

Tom menunjukkan titik berkedip berwarna nila tua, sangat jelas di antara
kedua mata Vincent Liong (19). Murid kelas dua tingkat SLTA di Gandhi
International School itu sudah menulis buku pada usia 14 tahun dan bukunya
diterbitkan oleh penerbit terkemuka di Indonesia. Buku Berlindung di Bawah
Payung itu merupakan refleksi, berdasarkan kejadian sehari- hari yang sangat
sederhana.

Pergulatan pemikiran yang muncul dalam tulisan-tulisannya kemudian seperti
datang dari pemikiran orang bijak, dan menjadi bahan pembicaraan. Pemilihan
angle-nya tidak biasa, dan hampir tidak terpikir bahkan oleh orang dewasa
yang menekuni bidang itu. Belakangan ia banyak menulis soal spiritual, namun
tetap dilihat dalam konteks ilmiah dan rasional.

Mungkin karena minatnya yang sangat besar pada dunia tulis-menulis, Vincent
tidak terlalu berminat dengan beberapa mata pelajaran di sekolahnya.
Orangtuanya yang tergolong demokratis pun sering tidak mengerti apa yang
diingini anaknya yang ber-IQ antara 125-130 ini. "Dia keras kepala. Kemarin
ia tidak mau ikut ujian matematika," sambung Liong, ayahnya.

Vincent mengaku "takut" pada matematika sejak kecil, tapi mengaku disiplin
pada aturan mainnya sendiri. "Sejak kecil aku bingung pada dogma satu tambah
satu sama dengan dua. Aku juga bingung dengan ilmu ekonomi karena dalam
realitas sosial berbeda," tegas Vincent.

Toh sang ibu sudah menengarai keistimewaan anaknya sejak bayi. Waktu SD,
Vincent biasa bergaul dengan gurunya, dan orang-orang setua gurunya.
Pertanyaannya banyak dan sangat kritis. "Saya langganan dipanggil guru bukan
hanya karena anak itu sulit. tetapi juga karena karangan-karangannya membuat
guru-gurunya kagum," ujar Ny Ina.

Vincent sudah menulis tentang teleskop berdasarkan pengamatan dan referensi
pada usia SD. "Di rumah ia membawa ensiklopedi yang besar- besar itu ke
kamarnya," ujar Ny Ina. "Kamarnya kayak kapal pecah. Tidurnya dini hari
karena menulis," sambung Liong. "Saya sering meminta agar ia menyelesaikan
pendidikan formalnya dulu, karena bagaimanapun itu sangat penting," lanjut
Liong.

"PENDIDIKAN formal sangat penting karena anak-anak indigo harus membumikan
ilmu langitnya untuk kebaikan manusia. Bukan sebaliknya," ujar Rosini
(40). Ia menganjurkan, agar anak-anak yang memiliki kemampuan berbeda itu
tidak dieksploitasi oleh orangtua dan lingkungannya untuk mencari nomor
togel atau menjadi dukun atau klenik. "Bukan itu misi anak-anak indigo,"
tegas Rosi.

Anak-anak itu sebenarnya punya mekanisme pertahanannya sendiri. Annisa,
misalnya. Gadis kecil berusia 4,5 tahun ini tiba-tiba berbicara dalam bahasa
Inggris beraksen Amerika begitu ia bisa bicara pada usia 2,5 tahun. Padahal
orangtuanya tidak berbahasa Inggris dengan baik. Meski tampak menggemaskan,
dalam banyak hal ia berbicara dan bersikap seperti orang dewasa, bahkan
menyebut dirinya "orang Amerika" karena "datang dari Amerika". Nisa menyebut
ibunya, Yenny bukan dengan panggilan mama.

Kemampuan melihat dan mendengar Nisa sangat tajam pada pukul 23.00 sampai
dini hari. Tetapi kalau secara sengaja diminta memperlihatkan kemampuannya,
ia akan menolak dengan tidak memperlihatkan kemampuan itu sehingga ia tampak
seperti anak-anak lainnya," ujar Yenny. Kata sang ibu, Nisa tidak mudah
bersalaman dengan orang. Ia seperti tahu orang yang suka pergi ke dukun atau
memakai jimat. Namun sebagai anak-anak Nisa juga suka menyanyi dan bermain.

Jenis dan kemampuan anak indigo bermacam-macam. Meski memiliki kepekaan yang
kuat, kepekaan mendengar dan melihat sesuatu yang tidak didengar dan dilihat
orang kebanyakan, berbeda-beda gradasinya.

Menurut Lanny Kuswandi, fasilitator program relaksasi di Klinik Prorevital,
mengutip dr Erwin, "Ada tipe humanis, tipe konseptual, tipe artis, dan tipe
interdimensional. Pendekatan terhadap mereka juga berbeda-beda," sambungnya.

Namun karena dianggap "aneh", tak jarang diagnosisnya keliru dan
penanganannya lebih bersandar pada obat-obatan. "Ada anak indigo yang
dianggap autis, ADHD (Attention-Deficit Hyperatictve Disorder) maupun ADD
(Attention Deficit Disorder). Padahal tanda-tandanya berbeda," sambung
Erwin. Kekeliruan semacam ini juga terjadi di AS, karena banyak ahli
menganggap anak-anak itu menderita "gangguan" yang harus dihilangkan.

"Saya beberapa kali pergi ke psikolog dan psikiater," ujar Rosini.
Profesional di suatu perusahaan swasta terkemuka itu suatu saat dalam
hidupnya merasa sangat terganggu oleh suara-suara itu. Orangtuanya juga
merasa anaknya "aneh" karena kerap memberi tahu peristiwa yang akan terjadi,
tetapi menolak mengakui kemampuan anak itu.

"Dalam tes yang dibuat oleh mereka, saya dinyatakan sehat. Tidak ada
gangguan apa pun," sambung Rosini. Sebaliknya, ia melihat psikolog dan
psikiater yang melakukan tes terhadap dirinyalah yang bermasalah. Ia juga
pernah mencoba mencari paranormal untuk membuang kemampuannya itu, meski
suara-suara itu mengatakan "jangan".

Akhirnya Rosi berdamai dengan dirinya dan mengembalikan kemampuannya sebagai
wujud kebesaran Allah SWT, dengan berusaha untuk terus mendekatkan diri pada
Sang Pencipta. Karena itu ia ingin membantu orangtua dengan anak-anak indigo
agar anak- anak itu tidak melewati masa pencarian yang rumit seperti
dirinya.

Indigo children, menurut Erwin, bukan fenomena terakhir, karena akan lahir
anak-anak yang disebut sebagai crystal children. "Anak-anak dengan warna
dasar aura, bening dan lengkap. Mereka lahir dari orangtua yang spiritual."

Mungkin Cita (9) termasuk anak itu. Keluarganya, sampai nenek-neneknya,
spiritualis. Ia bisa melihat sinar dan malaikat di rumah ibadah, khususnya
ketika orang-orang sedang berdoa. Ini hanya salah satu kemampuan "melihat"
milik anak yang selalu mendapat rangking di sekolah itu. Cita tahu kapan
hujan akan turun hari itu dan sebaliknya, meskipun mendung sudah
menggantung.

"Ia menjadi teman dan penasihat kami, bapak-ibunya. Di sekolah, di keluarga
besar kami, terasa ia menebarkan aura kedamaian dan kebahagiaan. Anak itu
sangat tenang dan pemaaf," ujar ibunya, Ny Dita. (MH)



Sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0406/27/keluarga/1111602.htm

Available link for download

Read more »

Monday, November 7, 2016

3 Tips Agar Anak Mau Makan Sayuran

3 Tips Agar Anak Mau Makan Sayuran

(c) shutterstock

 Banyak orang tua yang pusing dengan kebiasaan anak-anak yang tidak mau memakan sayuran. Makanan cepat saji, ayam, ikan, telur dan makanan dengan rasa enak lainnya lebih mereka pilih. Sementara sayuran yang terasa agak pahit dan hambar sering ditinggalkan.
Padahal, sayur mayur adalah sumber vitamin dan mineral yang baik untuk pertumbuhan anak. Meskipun ada banyak vitamin tambahan dengan ekstra sayur, sayur alami yang dimasak sendiri jauh lebih baik.
Jika anak Anda masih susah makan sayur, gunakan tips di bawah ini, dilansir galtime.com.
1. Buat Bentuk Menarik
(c) openideo(c) openideo
Buatlah sayur menjadi hidangan sekreatif mungkin. Anda bisa membuat nugget sayur, membuatnya jadi sayur dengan warna-warni cantik atau membuat bentuk kreatif seperti di bawah ini. Sehingga anak-anak tertarik untuk menghabiskan semuanya.
2. Rebus Wortel
(c) enrichingyourkid.blogspot(c) enrichingyourkid.blogspot
Wortel adalah sumber vitamin A dan beta karoten yang baik. Sayangnya, tekstur wortel keras dan sulit dikunyah. Karena itu, rebus terlebih dahulu wortel dan pastikan sudah cukup lunak untuk anak-anak. Anda juga bisa membuat wortel tampil lebih cantik dengan memotongnya mirip dengan bunga seperti gambar di atas.
3. Bernyanyilah Tentang Sayuran
Anda bisa membuat lagu sendiri yang bercerita apa fungsi sayur yang sedang dihidangkan. Menyanyi membuat anak lebih senang dan menganggap makan seperti bermain. Dengan bernyanyi, anak-anak akan belajar tentang manfaat sayur. Atau buatlah seolah-olah sayur yang akan mereka makan bisa bicara, dan ceritakan manfaat apa yang bisa dilakukan sayur tersebut untuk menjaga kesehatan buah hati.
Itulah beberapa tips yang bisa Anda coba. Semoga bermanfaat.

Available link for download

Read more »

Wednesday, October 19, 2016

10 Desain Unik Anak Tangga

10 Desain Unik Anak Tangga


Minimal Staircase a.k.a Floating Steel Stair Flat


Sebuah desain anak tangga yang unik buatan Ecole untuk sebuah apartemen di Paris.



Steel Stairs
Menggunakan baja sebagai struktur dasar sehingga terlihat bersinar, minimalis, namun tetap kokoh.

Bookshelf Staircase 
Sebuah tangga spiral yang dikelilingi oleh rak buku yang dapat menampung 6000 buku. Desain ini dirancang oleh Arsitek dari Portugis, yakni Manuel Gomes Maia.

Modern Staircase
Anak tangga tanpa disertai pegangan tangan, hasil desain Italian manufacturer Cast.

Ceiling Staircas
Rancangan anak tangga yang kreatif, hasil karya Roche di Perancis.

Retractable Stairs
Sebuah tangga tarik yang dirancang untuk memudahkan akses ke loteng.

Spiral Staircase


Tangga spiral dari kayu yang diukir indah oleh Patrick Jouin

Alternating Tread Stairs
Apabila tidak terdapat ruangan yang cukup untuk anak tangga, tread stairs merupakan salah 1 alternatif pilihan.

Ribbon Staircase
Anak tangga bergaya kontemporer yang dirancang oleh HSH architects

Staircase Slide
Menggunakan sisi lain dari tangga untuk meluncur, karya seorang arsitek asal London : Alex Michaelis

Sumber

Available link for download

Read more »